Translate

Sabtu, 04 Juli 2015

Sejarah Kemunculan Ilmu Sihir

Sihir merupakan suatu ilmu yang dibantu oleh syetan sehingga membuat seorang yang menggunakan sihir dekat dengannya. Ilmu ini tentulah sangat bertentangan dengan apa yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan. Makna dari sihir itu sendiri ialah memalingkan sesuatu dari hakikat yang sebenarnya. Jadi, bagaimana awal kemunculan ilmu sihir itu bisa ada hingga sekarang?
Hakikat keberadaan sihir ini telah disebutkan dalam firman Allah subhaanahu wa ta’ala:
وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلا تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلا يَنْفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syetan-syetan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syetan-syetan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan, ‘Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir.’ Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudarat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudarat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui,” (QS. Al-Baqarah: 102).
Al-Hafizh Ibnu Katsir menukil perkataan As-Saddi ketika mentafsirkan firman Allah: وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ (Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syetan-syetan pada masa kerajaan Sulaiman) ia berkata:
“Di masa kerajaan Nabi Sulaiman ‘alaihissalam, syetan-syetan sering naik ke langit lalu sampai pada suatu kedudukan yang darinya mereka dapat mencuri pendengaran. Lalu mereka mencuri sebagian perkataan dari para malaikat tentang apa yang akan terjadi di bumi menyangkut perkara kematian, atau hal ghaib atau suatu kejadian. Kemudian setan-setan itu menyampaikan hal tersebut kepada tukang sihir, lalu para tukang sihir itu menceritakan kepada manusia hal tersebut dan ternyata kejadiannya mereka temukan seperti apa yang diceritakan oleh para tukang sihir itu.”
Setelah para dukun itu percaya kepada para syetan tersebut maka syetan-syetan itu pun mulai berdusta kepada mereka dan memasukkan hal-hal yang lain ke dalam berita yang dibawanya, para setan itu menambah tujuh puluh kalimat pada setiap kalimatnya. Lalu orang-orang pun mencatat kalimat itu ke dalam buku-buku hingga tersebarlah di kalangan Bani Israil bahwa Jin mengetahui hal ghaib.

Setelah orang-orang mencatat kalimat itu ke dalam buku-buku hingga tersebarlah di kalangan Bani Israil bahwa Jin mengetahui hal ghaib, kemudian Nabi Sulaiman ‘alaihissalam mengirimkan utusannya kepada semua orang untuk menyita buku-buku sihir tersebut. Setelah semua buku-buku itu terkumpul dimasukkanlah ke dalam peti, kemudian peti itu dikubur di bawah kursi singgasananya. Tidak ada satu pun syetan yang berani mendekati kursi tersebut melainkan ia pasti terbakar. Nabi Sulaiman berkata, “Tidak sekali-kali aku mendengar seseorang mengatakan syetan-syetan itu mengetahui hal yang ghaib melainkan aku pasti menebas lehernya.”
Setelah Nabi Sulaiman wafat dan semua ulama yang mengetahi perihal beliau telah tiada, lalu mereka pun berganti generasi berikutnya, maka datanglah syetan dalam bentuk seorang manusia. Syetan itu mendatangi sekelompok Bani Israil dan berkata kepada mereka, “Maukah aku tunjukkan suatu perbendaharaan yang tidak akan habis kalian makan untuk selama-lamanya?” Mereka pun menjawab, “Tentu saja kami mau,” syetan itu berkata, “Gali-lah tanah di bawah kursi singgasananya (Nabi Sulaiman).”
Syetan pergi bersama mereka dan menunjukkan tempat tersebut kepada mereka, sedangkan dia (syetan yang tampil dengan wujud manusia) berdiri di salah satu tempat yang agak jauh dari tempat tersebut. Mereka berkata, “Mendekatlah engkau kemari.” Syetan menjawab, “Tidak! aku hanya di sini saja dekat kalian, tetapi jika kalian tidak menemukannya kalian boleh membunuhku.”
Mereka menggali tempat tersebut dan akhirnya mereka menemukan kitab-kitab itu ketika mereka mengeluarkannya, syetan berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Sulaiman dapat menguasai dan mengatur manusia, syetan-syetan dan burung-burung yaitu melalui ilmu sihir ini.” Setelah itu syetan tersebut terbang dan pergi, maka mulai tersebarlah di kalangan manusia bahwa Nabi Sulaiman adalah ahli sihir, dan orang-orang Bani Israil mengambil kitab-kitab itu. Ketika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus oleh Allah ta’ala, mereka (bani Israil) mendebatnya dengan kitab-kitab (sihir itu) sebagaimana yang dijelaskan dalam firman Allah ta’ala:
وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا
“…padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir),” (QS. Al-Baqarah: 102).
Demikianlah sejarah kemunculan ilmu sihir yang ternyata keberadaannya ketika di masa Nabi Sulaiman ‘alaihissalaam. Dan tersebar ilmu sihir itu dikarenakan ulah tangan-tangan manusia yang kufur kepada Allah ta’ala. Meskipun sihir itu dapat mencelakakan manusia akan tetapi semua itu tidak akan terjadi tanpa kehendak Allah ta’ala. Oleh karenanya kenali-lah Rabb semesta ‘alam ini dengan ilmu yang hak yang dibawa oleh Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam sehingga tidak ada satu pun sihir yang dapat mencelakakan kita kecuali atas kehendak Allah ta’ala. Dan Allah Maha pelindung bagi hamba-Nya. Semoga risalah singkat ini dapat dipetik manfaatnya.

Keutamaan Subuh Dan Ashar

Dua shalat ini yaitu shalat Shubuh dan Shalat ”Ashar memiliki keutamaan yang besar. Namun sayang, tidak sedikit dari yang mengaku muslim yang meninggalkan shalat Shubuh, seringnya telat bahkan tidak bangun Shubuh dan lebih senang bermanja-manja dengan kasurnya. Begitu pula shalat ”Ashar banyak terlalu sibuk dengan aktivitas dunianya, lantas melalaikan shalat ini. Para petani ada yang berangkat sebelum ‘Ashar ke sawah dengan mudahnya pula ia meninggalkan shalat tersebut karena sesampai di rumah sudah waktu Maghrib. Kapan mau sadar untuk menjaga dua shalat ini?

Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ
“Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari no. 574 dan Muslim no. 635).
Pada saat subuh ini malaikat bergantian menjaga atau terjadi pertukaran shift antara malaikat malam dan malaikat siang, lalu malaikat malam ini menghadap dan melaporkan langsung kepada Allah
Salat merupakan ibadah wajib yang dilakukan oleh seluruh manusia. Salat menjadi sebagai tiang agama untuk membawa manusia menuju ketaqwaan pada Allah SWT.Dalam sehari kita wajib menunaikan salat lima waktu yakni subuh, dzuhur, ashar, maghrib,isya. Namun tahukah anda, keutamaan salat subuh dan ashar begitu istimewa?Malik dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu
Hurairah r.a. Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Di tengah-tengah kalian ada malaikat yang silih berganti bertugas mengiringi kalian di waktu malam dan siang, mereka berkumpul ketika shalat ‘ashar dan shalat subuh. Malaikat yang mengawasi amal kaliandi malam hari naik ke langit lantas Allah bertanya mereka -dan Allah lebih tahu keadaan
kalian- bagaimana kalian tinggalkan hamba-hamba-Ku? Para malaikat menjawab, ‘Kami tinggalkan mereka sedang mereka tengah mendirikan shalat, dan kami datangi mereka sedang mereka mendirikan salat’.” (H.R.Bukhari No. 6878).


Tahukah kita bahwa selain malaikat Roqib dan Atit, Allah mengutus 1(satu) lagi malaikat untuk menjaga kita. Hal ini berdasarkan firman Allah dalam Surat At Taariq: 4
Artinya: “tidak ada suatu jiwapun melainkan ada (malaikat) penjaganya.”
Tahukah kita kapan malaikat penjaga kita itu melakukan aplus (ganti tugas)?
Dalam pembahsan kali ini kita akan mengungkapkan rahasia dan keutamaan waktu subuh dan ashar. Salah satu dari rahasia dan keutamaan waktu subuh adalah beberapa ayat Allah bersumpah “demi subuh”.“Dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing” (Q.S. At-Takwir [81] : 18)
Juga dalam ayat lain disebutkan subuh di beberapa tempat.Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh” (Q.S. Al-Falaq [113] : 1).Mengapa subuh sering diungkapkan dalam
berbagai ayat? Apa keutamaan dari subuh ini ?Dalam sebuah ayat Allah berfirman mengenai
keutamaan subuh bahwa shalat subuh itu disaksikan oleh malaikat :
Allah Ta’ala berfirman,
ﺃَﻗِﻢِ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ﻟِﺪُﻟُﻮﻙِ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲِ ﺇِﻟَﻰ ﻏَﺴَﻖِ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ ﻭَﻗُﺮْﺁَﻥَ ﺍﻟْﻔَﺠْﺮِ ﺇِﻥَّ
ﻗُﺮْﺁَﻥَ ﺍﻟْﻔَﺠْﺮِ ﻛَﺎﻥَ ﻣَﺸْﻬُﻮﺩًﺍ ‏(78‏) ﻭَﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ ﻓَﺘَﻬَﺠَّﺪْ ﺑِﻪِ ﻧَﺎﻓِﻠَﺔً ﻟَﻚَ
ﻋَﺴَﻰ ﺃَﻥْ ﻳَﺒْﻌَﺜَﻚَ ﺭَﺑُّﻚَ ﻣَﻘَﺎﻣًﺎ ﻣَﺤْﻤُﻮﺩًﺍ ‏( 79 )
“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat). Dan pada sebahagian malam hari bersembah yang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. ” (QS.Al Isra’: 78-79).
Dalam sebuah hadits shahih juga diungkapkan hal yang sama.Telah menceritakan kepadaku ‘Abdullah bin Muhammad Telah menceritakan kepada kami‘Abdur Razzaq Telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah dan Ibnu Al Musayyab dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi s.a.w. bersabda: “malaikat malam dan malaikat siang berkumpul ketika shalat subuh.”
Lalu Abu Hurairah r.a. berkata: “jika kalian mau bacalah: “dan (dirikanlah pula shalat) subuh.
Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (Al Isra: 78). (H.R. Bukhari No.4348)

Dan pada saat subuh ini malaikat bergantian menjaga atau terjadi pertukaran shift antara malaikat malam dan malaikat siang, lalu malaikat malam ini menghadap dan melaporkan langsung kepada Allah hal terakhir apa yang sedang dikerjakan oleh hambanya diwaktu subuh sebelum akhirnya digantikan oleh malaikat siang.Telah menceritakan kepada kami Ismail telah menceritakan kepadaku Malik dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah s.a.w. bersabda: “Di tengah-tengah kalian ada malaikat yang silih berganti bertugas mengiringi kalian diwaktu malam dan siang, mereka berkumpul ketika shalat ‘ashar dan shalat subuh. Malaikat yang mengawasi amal kalian di
malam hari naik ke langit lantas Allah bertanya mereka -dan Allah lebih tahu keadaan kalian-bagaimana kalian tinggalkan hamba-hamba-Ku? Para malaikat menjawab, ‘Kami tinggalkan
mereka sedang mereka tengah mendirikan shalat, dan kami datangi mereka sedang mereka mendirikan shalat’.” (H.R. Bukhari No. 6878).

“Peliharalah segala shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wustha (ashar),” (al-Baqarah[2]:238).
Demikian pula di waktu Ashar, malaikat siang berganti shift dengan malaikat malam, maka shalat Ashar juga disaksikan langsung oleh malaikat dan malaikat siang akan melaporkan kepada Allah hal terakhir apa yang dilakukan oleh hambaNya .Dalam sebuah hadist Qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari menyebutkan:Dari Abu Hurarah ia berkata bahwa Nabi bersabda: “Para malaikat (itu bertugas secara)bergantian, yakni: ada yang bertugas malam hari dan siang hari. Malaikat itu berkumpul pada saat Sholat Subuh dan Ashar, kemudian ada yang bermalam dengan kalian”. Ketika malaikat itu naik maka Dia (Allah) bertanya kepada malaikat-malaikat itu sedangkan mereka tahu. Allah berfirman: “Bagaimana(keadaan) hambaku?” Mereka menjawab: “Kami tinggalkan
meraka sedang dalam sholat, begitu juga kami datangi mereka pada saat dia sholat!” HR.Bukhari dalam sahihnya Kitab Bad-ul Khalqi (3223)


Subhanallah inilah Rahasia Dan Keutamaan Waktu Subuh Dan Ashar yang sedikit orang
islam yang belum tahu, maka seperti halnya kita bekerja bergantian antara shift satu dan yang
lainya mereka melaporkan hasil kerja kepada pimpinanya. Maka alangkah baiknya kita meninggalkan pekerjann yang baik untuk dilaporkan kepada Allah SWT.Oleh karena itu disunnahkan untuk membaca dizikir pagi dan petang maksudnya adalah membaca dzikir setelah Shalat Ashar dan Shalat
Subuh dan semoga doa yang kita panjatkan diijabah oleh Allah SWT."Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu subuh "(Q.S. Ar-Ruum [30] : 17)

Al Aqsa Sejak Berdiri Jadi Sasaran Yahudi

Al Aqsa, atau disebut juga Bait Al Muqaddas atau Al Quds artinya rumah suci. Sedangkan pengertian Masjid Al Aqsa adalah masjid terjauh yang oleh Nabi Muhammad SAW disebut sebagai mesjid berkubah biru. Masjid ini menjadi salah satu target utama untuk dihancurkan oleh bangsa Israel.
Masjid ini berada di Kota Yerusalem Timur, yang dikenal dengan nama wilayah Al Haram Asy Syarif bagi umat islam. Sedangkan umat nasrani dan yahudi mengenalnya sebagai Har Ha Bayit (bukit bait Allah atau temple mount/kuil bukit). Masjid ini memiliki ukuran seperenam dari seluruh area Al Haram Asy Asyarif di dalam tembok Kota Lama Yerusalem.
Awalnya Al Aqsa merupakan rumah ibadah kecil yang didirikan oleh Khalifah Umar bin Khattab. Kemudian diperbaiki dan dibangun kembali menjadi permanen seperti sekarang oleh Khalifah Umayyah Abdul Malik pada tahun 621 Masehi atau 66 Hijriah dan selesai pada tahun 73 Hijriah atau pada tahun 628 Masehi. Kemudian diselesaikan oleh putranya Al Walid dan selesai pada tahun 702 Masehi.
Pada tahun 746 Masehi di Yerusalem pernah terjadi gempa bumi dan menghacurkan seluruh bangunan masjid. Khalifah Abbasiyah Al Mansur kemudian membangun kembali pada tahun 754, yang dikembangkan oleh penggantinya Al Mahdi pada tahun 780 Masehi. Tahun 1033 gempa kembali menghancurkan sebagian besar Al Aqsa, dua tahun kemudian Khalifah Fatimiyyah Ali Azh Zhahir membangunnya kembali.
Tahun 1099 ketika tentara Salib menaklukkan Yerusalem, masjid ini dijadikan sebagai istana dan gereja. Namun fungsinya sebagai masjid kembali seperti semula setelah Shalahuddin merebut kembali kota tersebut. Selanjutnya masjid ini direnovasi oleh para penguasa muslim seperti Ayyubiyah, Mamluk, Utsmaniyah, Majelis Tinggi Islam dan Yordania. Saat ini, Kota Lama Yerusalem berada di bawah pengawasan Israel, tetapi masjid ini berada di bawah perwalian lembaga wakaf Islam pimpinan orang Palestina.

Tragedi Pembakaran Al-Aqsa
Pada tanggal 21 Agustus 1969, seorang lelaki berkebangsaan Australia,  Dennis Michael Rohan,  membakar Masjid Al-Aqsa. Api yang disulut Rohan membakar seluruh tembok masjid dan  mimbar besar (mimbar Shalahuddin). Mimbar tersebut kemudian digantikan dengan mimbar baru yang dikerjakan di Yordania pada masa Dinasti Bani Hasyim, penguasa Kerajaan Yordania. Si Jago merah itu berkobar dengan dasayatnya, seolah-olah seluruh Masjid Al-Aqsa akan musnah saat itu. Saking besarnya tidak ada dari pihak pemadam kebakaran yang mau mendekat.
Namun, Allah SWT telah menyelamatkan Masjid Al-Aqsa dan melindunginya, sehingga tanpa adanya mereka, api bisa dipadamkan.
Setelah itu orang-orang Yahudi pura-pura mengadili Rohan. Lucunya, Rohan mengklaim bahwa ia diutus oleh Allah untuk melakukan pembakaran itu, sesuai dengan berita dari Kitab Zakaria. Kemudian yang menyedihkan,Yahudi membebaskan Rohan dengan mengatakan bahwa ia  ‘gila’. Atas alasan itu  Rohan tidak bisa dituntut atas perbutannya.
Karena insiden itu negara-negara Islam di seluruh dunia kemudian bangkit mempertahankan tempat suci itu dengan membentuk Organisasi Konferensi Islam(OIC)  dan mengecam perbuatan keji terhadap Al-Aqsa.
Tragedi tersebut merupakan catatan sejarah yang paling menyedihkan dalam sejarah umat Islam. Masjid Al-Aqsa yang begitu suci itu dihina sedemikian rupa. Begitulah nasib tanah suci umat Islam yang ketiga, setelah dihuni oleh rejim Zionis.
Tidak sampai di situ saja. Israel terus berusaha menghancurkan Al Aqsa dengan berbagai cara, seperti dengan dalih ingin mencari dinding sejarah yang tertimbun di bawah tanah, mereka melakukan penggalian di selatan kompleks Masjid Al Aqsa. Terkait hal ini anggota parlemen Palestina mengingatkan bahwa penggalian itu bagian dari proyek Zionis yang ingin mengubah identitas Arab Yerusalem, mengusir penduduk asli dan menjadi sebuah Kota Yahudi.
Israel juga membangun Taman Talmud dan Al Kitab sebagai upaya untuk mengelabui umat islam. Taman-taman tersebut diperluas hingga ke bagian timur-selatan perbatasan Masjid Al Aqsa di sepanjang Kota Silwan dan lembah Sawwanah. Di bagian utara antara Bab Al A’moud dan Bab Al Sahera.
Mereka juga membangun jalan-jalan dan trotoar yang menghubungkan ke Taman Al Kitab tersebut. Proyek tersebut dimobilisasi oleh sejumlah besar tenaga kerja ahli yang menggunakan teknologi tinggi untuk tujuan Yahudi-Israel dari berbagai sumber.
Al-Aqsa, tak pelak, merupakan salah satu tanda dari tegaknya Islam di muka bumi ini.

Rahasia Malam Seribu Bulan

Barang siapa yang beribadah pada malam Laitul Qadar akan sama dengan beribadahselama seribu bulan.
Malam Laitul Qadar adalah waktu di mana terdapat satu malam yang sangat istimewa bagi umat muslim dan penuh kemuliaan yang kita kenal dengan malam Lailatul Qadar.
Barang siapa yang beribadah pada malam Laitul Qadar akan sama dengan beribadah selama seribu bulan. Dan barang siapa yang mendapatkan kemuliaan itu, sungguh ia adalah manusia yang sangat beruntung dan dirahmati.
Sebaliknya, siapa yang lupa dari kebaikan di dalamnya, sungguh ia termasuk manusia tidak beruntung dan merugi.
Berikut ini merupakan keistimewaan malam Lailatul Qadar:
1. Lailatul Qadar yaitu waktu diturunkannya Alquran, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas berbunyi, “Allah menurunkan Alquran secara utuh sekaligus dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah yang ada di langit dunia."
2. Malam Lailatul Qadar yaitu Satu Malam yang penuh keberkahan. Allah Ta’ala berfirman yang berbunyi: “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhon: 3).
3. Turunnya Malaikat Jibril pada malam Lailatul Qadar.
Lailatul Qadar ditandainya dengan turunnya malaikat. AllahTa’ala berfirman:
“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril ” (QS. Al Qadar: 4)
Malam penuh berkah ini adalah malam ‘lailatul qadar’ dan ini sudah menunjukkan keistimewaan malam tersebut, apalagi dirinci dengan point-point selanjutnya.
4. Turunya malaikat Jibril pada Malam Lailatul Qadar.
Lailatul Qadar ditandainya dengan turunnya malaikat. AllahTa’ala berfirman:
“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril ” (QS. Al Qadar: 4)
Lailatul Qadar merupakan Malam yang penuh barokah karena banyak malaikat yang turun pada malam itu. Turunnya malaikat ketika ada yang membacakan Al Qur’an, mereka akan mengitari orang-orang yang melakukan dzikir.
5. Lailatul Qadar sebuah malam pencatatan takdir tahunan. Allah Ta’ala berfirman bahwa :
“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah” (QS. Ad Dukhan: 4).
Ibnu Katsir dalam kitab tafsir 12 334-335 menjelaskan bahwa pada Lailatul Qadar akan dirinci di Lauhul Mahfuzh mengenai pencatatan takdir dalam setahun, Dan juga akan dicatat segala sesuatu hingga akhir dalam setahun. Namun perlu dijelaskan lagi yaitu sebagaimana keterangan dari Imam Nawawi rahimahullah pada Syarh Muslim ( 8: 57) - bahwa catatan takdir tahunan tersebut tentu saja didahului oleh friman Allah. 
7. Laitul Qadar Merupakan Penghapusan DOSA oleh Allah yang dijelaskan Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam , yang berbunyi:
“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901).
Jadi Barang siapa yang merindukan Lailatul Qadar Setidaknya ia bersungguh-sungguh pada bulan Ramadhan ini. Semoga satu malam Lailatul Qadar ini dapat kita raih bersama, sehingga mendapatkan pahala yang melebihi amalan 1000 bulan.

Ketika Allah Menciptakan Hambanya Begitu Sempurna

Dibalik kekurangan pasti ada kelebihan yang
seharusnya bisa dimaksimalkan sehingga
tidak usah menangisi kekurangan yang ada
pada diri sendiri.
Dream - Pada dasarnya, kekurangan dan
kelebihan adalah pasangan karena mereka
selalu bersama-sama dan tidak akan
terpisahkan. Kalau kelebihan adalah anugerah
dari Allah untuk manusia, jangan salah,
kekurangan pun diadakan Allah juga sebagai
anugerah.
Intinya juga bahwa kita sebagai manusia yang
tidak sempurna ini membutuhkan orang lain
untuk saling melengkapi.
Kelebihan kita bisa membantu kekurangan
mereka dan kelebihan mereka bisa menutupi
kekurangan kita, sehingga menjadi sempurna
adanya. Maka dari itu juga, Allah menciptakan
manusia untuk saling melengkapi serta
mengisi satu sama lain.
Kita pasti sering dengar bahwa kita diciptakan
unik, bahkan orang kembar sekalipun memiliki
perbedaan dan faktanya adalah kelemahan
bersanding kelebihan setiap saat.
Namun, memang banyak manusia sulit
menerima kekurangan masing-masing dan
selalu iri akan apa yang dimiliki orang lain,
padahal mungkin orang tersebut juga merasa
bahwa dalam diri kita ada yang ingin
dipunyainya juga.
Normalnya, manusia bakal membandingkan diri
sendiri dengan orang lain, seperti “Dia tingggi,
gue kok pendek ya,” “Kok dia hidungnya
mancung banget, punya gue mancung ke
dalam,” atau “Dia cantik atau ganteng banget,
aku jelek.”
Pertanyaan yang perlu direnungkan oleh semua
manusia yang penuh keirian akan kelebihan
orang lain adalah apakah setelah menjadi sama
seperti mereka akan mendatangkan
kebahagiaan bagi kalian? Karena
sesungguhnya manusia tidaklah mudah puas,
dan karena itulah banyak yang kecewa
akhirnya setelah menempuh beberapa kali
operasi plastik.
Dibalik kekurangan tersimpan kelebihan bukanlah
omong-kosong dan jika kita sering melihat orang
yang buta sejak lahir, bukan berarti dia punya
lebih banyak kekurangan dibanding kita. Tuhan
selalu adil karena selalu ada karunia lebih yang
diberikan ke orang tersebut, seperti lebih
tajamnya pendengaran. Hal ini seharusnya bisa
menyadarkan kita betapa apa yang Tuhan
ciptakan sudah menurut porsi masing-masing.
Justru kelebihan akan muncul dari diri kita ketika
kita tidak sedang meratapi nasib dan kekurangan
kita. Tidak perlu untuk berlarut-larut dalam
melihat segala kekurangan.
Selalu ada kelebihan di balik kekurangan
manusia, seperti kita bisa lihat Lionel Messi. Di
tengah-tengah para pemain sepakbola yang
tingginya menjulang, tinggi Messi hanyalah 169
cm, tapi banyak sekali penghargaan yang ia
sudah menangkan, seperti pemain terbaik dunia.
Ada segudang prestasi dan kemampuan bermain
cepat serta lincah yang ia miliki sehingga
semuanya itu menutupi kekurangan akan
kependekan tubuhnya. Kelebihan boleh
dimaksimalkan dan kekurangan bukanlah hal
yang perlu menjadi fokus kita.
Messi mampu melewati musuh-musuhnya yang
memiliki postur tinggi nan besar dengan sangat
mudah dan menjadikannya pahlawan dalam
timnya di banyak pertandingan. Messi bukanlah
satu-satunya yang bisa digunakan untuk
berkaca. Menyadari dan meratapi kekurangan
kita dan terus-menerus merasa iri akan apa
yang dimiliki orang lain tidak akan membuat kita
maju. Hal ini malah membuat kita semakin tidak
puas yang mengiring kita ke tingkat depresi.
Dibalik kekurangan pasti ada kelebihan yang
seharusnya bisa dimaksimalkan sehingga tidak
usah menangisi kekurangan yang ada pada diri
sendiri.

Ketika Umur Terabaikan,Manusia Lupa Mati

Amal kebaikan yang kita kumpulkan itulah
yang akan membantu kita nantinya
menghadapi kehidupan yang panjang.
Umur, anugrah yang banyak diabaikan
umat manusia. Dan memang ada banyak orang
Islam tidak menyadari bahwa amal ibadah
sebaiknya dikumpulkan sejak muda.
Ada perbekalan yang selalu dibutuhkan dan
perlu disiapkan sebelum seseorang melakukan
perjalanan jauh, begitu juga saat kita
menempuh perjalanan akhirat yang tidak akan
ada akhirnya.
Perbekalan untuk perjalanan ini bukanlah
makanan, pakaian atau uang, melainkan
ketaatan. Dunia hanyalah tempat sementara
bagi kita sebelum kita kembali kepada Allah
dan akhirat menjadi tempat setelah kita mati
nanti. Kita tidak pernah tahu apakah akan
menjadi ashhabul jahim atau penghuni neraka
atau ashhabul jannah alias penghuni surga.
Waktu dan sisa umur kita hendaklah diisi
dengan amal kebaikan yang seharusnya tidak
ditunda-tunda menunggu kita tua. Amal
kebaikan yang kita kumpulkan itulah yang akan
membantu kita nantinya menghadapi
kehidupan yang panjang.
1. Tentang anugrah yang banyak diabaikan ini
ada salah satu firman Allah SWT dalam Al-
Hasyr 18: bahwa orang-orang beriman
diperintahkan untuk bertakwa kepada Allah dan
setiap orang beriman masing-masing
sebaiknya memerhatikan apa yang menjadi
perbuatannya untuk esok hari atau dalam hal
ini adalah akhirat.
Kita diminta untuk bertakwa karena
sesungguhnya Allah tahu betul apa yang kita
kerjakan selama di dunia.

Umur, Anugrah yang Banyak Diabaikan, Lalu
Apa Kata Islam?
Ada perbekalan yang selalu dibutuhkan dan perlu
disiapkan sebelum seseorang melakukan
perjalanan jauh, begitu juga saat kita menempuh
perjalanan akhirat yang tidak akan ada akhirnya.
Perbekalan untuk perjalanan ini bukanlah
makanan, pakaian atau uang, melainkan
ketaatan. Dunia hanyalah tempat sementara bagi
kita sebelum kita kembali kepada Allah dan
akhirat menjadi tempat setelah kita mati nanti.
Kita tidak pernah tahu apakah akan menjadi
ashhabul jahim atau penghuni neraka atau
ashhabul jannah alias penghuni surga. Waktu
dan sisa umur kita hendaklah diisi dengan amal
kebaikan yang seharusnya tidak ditunda-tunda
menunggu kita tua. Amal kebaikan yang kita
kumpulkan itulah yang akan membantu kita
nantinya menghadapi kehidupan yang panjang.
- Tentang anugrah yang banyak diabaikan ini
ada salah satu firman Allah SWT dalam Al-
Hasyr: 18 mengatakan bahwa orang-orang
beriman diperintahkan untuk bertakwa kepada
Allah dan setiap orang beriman masing-masing
sebaiknya memerhatikan apa yang menjadi
perbuatannya untuk esok hari atau dalam hal ini
adalah akhirat. Kita diminta untuk bertakwa
karena sesungguhnya Allah tahu betul apa yang
kita kerjakan selama di dunia.
- Dikatakan juga oleh Ibnu Katsir bahwa kita
sebaiknya menghisab diri sebelum dihisab dan
apa-apa saja yang kita simpan dari amal shalih
perlu untuk diperhatikan untuk hari kebangkitan
yang bakal diberitahukan kepada Rabb.
Umur adalah anugrah dan sebaiknya tidak
dianggap sebagai pemberian cuma-cuma oleh
Allah karena waktu adalah sesuatu yang paling
penting untuk kita perhatikan. Ingat bahwa
waktu yang sudah lewat tidak akan kembali
karena hidup ini bukanlah sebuah film
bertemakan sci-fi di mana ada mesin waktu
untuk memperbaiki masa lalu. Tanpa sadar
nantinya ketika kita hanya membuang-buang
waktu, ajal ternyata semakin dekat dan bekal
kita ditemukan belumlah cukup. Beramal tidak
boleh ditunda-tunda. Dan tidak usah mendengar
kata-kata yang seperti “selama masih muda,
nikmati dulu berbuat seenaknya, nanti kalau
sudah tua baru bertobat.” Tidak ada yang bisa
menjamin umur kita panjang hingga tua.
- Jangan abaikan umur kita dan beramal-lah
sekarang juga. Dalam Q.S Luqman: 34 Allah
berfirman bahwa tidak ada yang tahu pasti
tentang apa yang bakal dilakukannya esok hari
dan tidak ada yang tahu pasti seseorang mati di
bumi mana karena sesungguhnya hanya Allah
Maha Mengetahui dan Maha Mengenal.
- Dikatakan oleh Abdullah bin Umar pula bahwa
kita tidak boleh menunggu atau menunda
beramal di waktu pagi waktu berada di waktu
sore, dan tidak boleh menunda beramal di waktu
sore saat berada di waktu pagi. Masa sehat kita
seharusnya digunakan untuk masa sakit kita
nanti dan kesempatan hidup kita untuk masa
kematian kita nanti.
Menunda itu berarti malas, dan itu berarti
akarnya alias kemalasan itu harus segera
dicabut dari dalam diri kita. Beramal dari usia
muda akan membuat perbekalan kita untuk
akhirat nanti menjadi lebih banyak dan penuh.
Umur, anugrah yang banyak diabaikan oleh
manusia dan untuk itulah dengan ini kalian
diingatkan.

Pentingnya Berdoa Sebelum Tidur

Berdoa Sebelum Tidur sangat lah penting bagi umat muslim, karena do’a sebelum tidur itu berguna untuk menghindari dari ganggu setan (makhluk halus/jin) saat tidur dan tidak mengalami mimpi buruk. Sekuat apapun manusia, dia pasti menjadi sangat lemah disaat sedang tidur siang atau malam. Orang yang tidur sangat lelap atau tidur mati, bisa menjadi sasaran bagi makhluk halus yang jahat di sekitarnya. Jika dia makhluk halus merasa aman dari gangguan manusia, maka makhluk halus tersebut akan menggangu manusia sehingga manusia tidak nyaman dalam tidurnya. Makhluk halus (JIN) yang jahat. Jika mereka tidak mengganggu anda di alam sadar, bisa jadi mereka akan mengganggu anda di saat anda sedang tidur atau di alam mimpi. Itulah kesempatan terbesar bagi makhluk halus tesebut untuk bertindak nakal,untuk mengganggu manusia.Yang sudah dijelas oleh Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang bersabda, yaitu:
“Mimpi itu ada tiga macam: bisikan hati,ditakuti setan, dan kabar gembira dari Allah.”

Malaikat dan Setan Menghadiri Orang yang sedang Tidur Yang di jelaskan dalam hadits yang berasal dari Jabir bin Abdullah, dinyatakan bahwa: “Apabila manusia berbaring di pembaringannya (akan tidur), malaikat dan setan segera menghampirinya. Malaikat membisikkan, ‘Akhiri (malam-mu) dengan kebaikan,’ sedangkan syetan membisikan, ‘Akhiri (malam-mu) dengan keburukan.’ Apabila dia berdzikir menyebut nama Allah kemudian tidur, maka malaikat akan melindungi dia di malam itu.” Di saat anda sedang tidur lelap, anda sangat membutuhkan pertolongan dan pengawasan yang diatas yaitu Allah SWT. Untuk mendapatkan jaminan perlindungan yang di berikan Allah ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kepada umat muslim agar
selalu ingat kepada Allah SWT untuk selalu membaca doa dan dzikir sebelum tidur siang atau malam. Jadi Keutaman Berdoa Sebelum Tidur yang sudah di jelaskan diatas tadi sebaiknya kita jalankan atau lakukan agar disaat kita tidur tidak di ganggu oleh syetan, dan Berdoa sebelum tidur itu sangatlah penting agar mengingatkan kita kepada Allah SWT selalumelindungi kita disaat tidur atau sadar.

Karena itulah, orang yang tidur tanpa berdo’a dan berdzikir terlebih dahulu, akan menjadi sasaran bagi makhluk halus (setan).Sudah di jelaskan Dalam Al-Qur’an Surat Al-Adzkar, An-Nawawi membuat judul : “Makruh Tidur tanpa Berdzikir kepada Allah SWT (sebelum tidur)” (Al-Adzkar, hlm. 95). Dan Selanjutnya,An-Nawawi yang menyebutkan hadits berikut:Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa :“Siapa yang tidur, sementara tidak berdzikir ketika hendak tidur, akan menjadi penyesalan baginya di hadapan Allah SWT.”
Jika anda di ganggu dari luar, anda bisa meminta bantuan pada orang lain untuk mengusirnya. Tapi ini tidak berlaku ketika kita dalam mimpi. Anda tidak mungkin bisa memanggil anak atau istri anda untuk mengusir setan yang mengganggu anda dalam dunia mimpi.